Selasa, 25 Ogos 2015
Dakwah Dan Cinta Hafizah: Dakwah Dan Cinta Hafizah
Dakwah Dan Cinta Hafizah: Dakwah Dan Cinta Hafizah: Dakwah dan Cinta Hafizah Oleh: Afrizal.S Setelah enam tahun lamanya Ray menimba ilmu di sebuah pondok pesantren hidayatullah ca...
Dakwah Dan Cinta Hafizah
Dakwah dan Cinta Hafizah
Oleh: Afrizal.S
Setelah
enam tahun lamanya Ray
menimba ilmu di sebuah pondok pesantren hidayatullah cabang Medan, ketika itu Ray kelas tiga Madrasah Aliyah merasa
sangat senang sekali,karena akhrnya Ray
lulus juga. Akan tetapi setelah itu Ray bersama teman-temannya semua langsung
di tugaskan kesebuah tempat yaitu polonia selama dua bulan sebelum melanjutkan
studi lagi kejenjang yang yang lebih tinggi.
Tempat itu konon katanya akan mau
dibuat menjadi tempat sentral dakwah hidayatullah cabang medan. Disitu Ray dan teman-teman semua di ajarkan begitu
banyak hal mulai dari cara mencangkul yang baik , masalah pertukangan, merawat
tanaman , dan tetap menjaga sholat lima waktu sehari semalam dibalik aktifitas
yang Ray lakukan bersama santri yang lulusan MA Hidayatullah tahun 2010
lainnya.
Seiring waktu yang terus berlalu tidak terasa setelah
satu bulan kurang lebih Ray
berjuang bersama-sama,dan pagi menjelang siang itu Ray sedang kerja bakti untuk merapikan
sebuah taman yang sudah terlihat rumput-rumput tumbuh disekeliling bunga-bunga
yang indah namun tidak sejuk lagi dilihat oleh mata karena tumbuhnya
semak-semak disekelilingnya.
Setelah
berjam-jam bekerja bakti Ray
pun merasa lelah dan perlu untuk beristirahan
sejenak. Ketika itu Ray
memilih untuk beristirahat disebelah musholla, disana ada sebuah pohon yang
rindang dan dibawahnya ada sebuah kursi panjang yang sangat nikmat untuk
dijadikan tempat istirahat dan bersantai ria sambil menikmati es teh dan
gorengan buatan buk Yani.
Buk Yani adalah salah
satu istri ustadz yang bertempat tinggal di sentral dakwah polonia ,tempat kami mengapdi selama dua bulan
kurang lebih.
Di suatu pagi hari , tiba-tiba seorang teman Ray yang bermana Ramadhan yang kulitnya
tidak putih ataupun tidak kuning langsat, sehingga teman-teman
menjulukinya Ramadhan Mbereng yang
berarti Ramadhan yang hitam hehehe ketika
itu dia pun berkata “ Ray
kita pulang”, Ray pun
langsung bertanya lagi karena kurang paham apa maksutnya, pulang ? pulang kemana ? TanyaKu. “Kita pulang kepondok di suruh oleh
ustadz Ali hermawan” jawabnya tegas.akupun tidak percaya begitu saja kepadanya,
karena dia juga sering bercanda dan aku mengira kalau dia hanya bergurau saja
ketika itu, tapi Tidak lama kemudian,
ketika itu ustadz Ali Hermawan datang menghampiri kami berdua, “ramadhan,Rayzal ayo cetat mandi sana lee ...!! dan cepat balik kepondok, karena
kalian akan menjaga mesjid di sebuah kompleks yang bertepatan tidak jauh dari
pondok dan kalian disana nanti sampai bulan puasa karena jamaah disana
memerlukan bantuan untuk merawat dan memakmurkan masjid disana nantinya dan
setelah bapak pikirkan kalian lah yang cocok dan saya yakin kalian mampu untuk
itu ” kata ustadz Ali Hermawan kepada kami berdua.
Singkat cerita setelah kami membersihkan diri dan
berkemas-kemas,aku dan ramadhan pun langsung berpamitan kepada para ustadz dan
ustadzah yang ada di sana dan juga kepada teman-teman seperjuangan untuk
kembali ke sebuah penjara suci yaitu pondok pesantren Hidayatullah tercinta
Setelah
berpamitan kepada semuanya betepatan pada jam sepuluh lewat lima belas pagi
menjelang siang itu aku dan ramadhan pun berangkat dari sentral dakwah polonia
menuju pondok pesantren hidayatullah.
Diatas
terik matahari yang sangat menyengat kami pun terpaksa berjalan sekitar tiga
kilometer untuk mendapatkan jalan raya dan kami akan naik mobil angkot P26 dari
sana. Setibanya di jalan raya dan
setelah menunggu beberapa menit, akhrnya yang kami tunggu-tunggu dan kami
nantikan pun telah dating ya itu mobil angkot P26 yang akan membawa dan
mengantarkan kami ke tempat tujuan.
Singkat
cerita setelah sampai di sebuah kota yang bernama Tanjung Morawa tiba-tiba pak
supir berkata ”habis ! habiss…!!!!.habisss…!!!! sambil menghentikan
mobilnya”... !!
Pak,apa
mobilnya tidak sampai ke Bandar labuhan ????.... Tanya ku ..
“
Tidak bang “ jawab pak supir ..
“Lho..knpa pak , biasanya juga sampai disana
kalo angkot P26 ???” .. Tanyaku lagi
penasaran..
“Iya
bang ,biasanya juga saya sampai disana, tapi saya belum makan pagi tadi bang,
jadi saya mau makan dulu disini, Abang sambung aja dengan mobil lain atau naik
becak dari sini”. Kata pak supir angkot.
Akhirnya,
dengan rasa kecewa dan kasihan, karena pak supir itu bilang kalau dia belum
makan pagi, karena setelah aku melihat jam tangan yang melingkar di tangan kiri
seorang gadis yang mengenakan pakaian seragam sekolah yang ada di atas angkot
yang sama dan duduknya persis didepanku
sehingga dengan mudah aku dapat melihat
jam tangannya , ketika itu jam telah menunjukkan pukul sebelas lewat tiga puluh
menit, dengan itu aku dan ramadhan langsung keluar beserta penumpang lainnya yang masih tersisa.
Dari
kota Tanjung Morawa, perjalanan menuju pondok pesantren masih lumayan jauh sehingga tidak mungkin rasanya
apa bila kami menempuhnya dengan jalan kaki. Ketika itu aku dan ramadhan pun
memutuskan untuk menunggu angkot lagi.
Setelah
bermenit-menit kami menunggu bahkan hingga berjam-jam , angkot tak kunjung
tiba-tiba juga. Sehingga kami pun memutuskan untuk naik becak saja.
Setelah
sampai di pondok, aku dan ramadhan pun langsung meluruskan badan sejenak
,karena merasa letih di perjalanan tadinya.
Singkat
cerita, setelah satu malam berada di pondok besok paginya ada sebuah mobil BMW
yang datang kepondok , Pak Muttasin selaku kepala kamus pondok, Pak Muttasin juga
bertugas untuk melayani dan menyambut para tamu-tamu yang datang kepondok.
Ketika
itu, persis pukul delapan pagi Aku dan Ramadhan
sedang berjalan-jalan ke sebuah sungai yang di sebut oleh para santri dan warga
sekitar dengan singkatan KALJOD yang
berarti“ kali jodoh” yang berada tidak jauh dari belakang pondok.dengan tujuan
untuk menikmati pemandangan alam dan
udara pagi yang segar serta suara gemercik air dan juga suara burung-burung
yang berkicau dengan indah.
Tiba-tiba
kamisin, salah seorang santri memanggil kami berdua untuk segera kembali ke
pondok, ” bang Ray sama bang madan, di panggil oleh pak mutasin”
!!!!...serunya..!!!!
Emnganya
ada apa sin ??? Tanya ku ..
Aku
gak tau bang, aku hanya di suruh manggil aja !!!!..... jawad kamisin .
Ya
deh, yuuk, kita balik ke pondok sama-sama ..ajak ku …!!!.
Sesampainya
di pondok,Aku dan Ramadhan pun langsung menemui pak Muttasin di ruang tamu
pondok. Assalamu’alaikum pak..
wa’alaikumsalam, ayuuk masuk rizal,madan ,
jawab pak Muttasin dari dalam.
Dan
ada dua bapak-bapak yang belun pernah kami kenal sebelumnya ada disana juga
sembari menunggu kedatanganku dan temanku ramadhan.
Adik
ini berdua ya ,yang akan membantu kami
di Masjid kompleks Bandala Asri ???
Iya
pak , jawab kami kompak.
Subhanallah
, Tidaksungguh tak ku sangka ternyata kami di jemput dengan mobil yang mewah BMW pada hal jarak antara pondok dengan
kompleks perumahan bandala asri itu tidak terlalu jauh.
Kalau
begitu, mulai kapan kalian akan tinggal
di sana ??? karena Ta’mir Mesjis kita disana sudah tua dan dia tidak sanggup
lagi untuk membersihkan dan merawat mesjid yang lumayan besar itu. Sedangkan
kita semua penghuni kompleks Bandala Asri itu kebanyakan pekerja sehingga
mesjid kita yang ada di sana sering sekali terbengkalai bahkan kadang kalai
jika sudah waktu Azan tiba tidak ada yang jadi muazinnya”.Tambah salah seorang
dari bapak itu.
“
Dengan mengucapkan Bismillah, iya Pak, kami siap untuk merawat dan memakmurkan
Mesjid yang bapak maksut, kita berangkat
sekarang juga boleh”, canda sahabatku itu yang suka bergurau !!.
Dengan
keterbatasan yang ada pada kami, kami akan mencoba untuk itu, jikalau nanti ada
kesalahan kami, baik yang sengaja atau pun tidak sengaja kami mohon maaf pak,
karena kami juga masih dalan proses pembelajaran. Tambah ku….
Setelah
itu aku dan ramadhan pun langsung pergi ke asrama untuk berkemas-kemas pakaian dan berangkat ke kompleks bandala asri bersama
kedua bapak itu dengan mobil mewah BMW dan itu lah pertama kalinya aku menaiki
mobil BMW hehehee. Di tengah perjalanan bapak itu pun memperkenalkan diri, yang
sedang mengemudi namanya pak Jhon dan yang satu lagi namanya pak Siswanto , “
Nanti kalu ada apa-apa disan yaaa,, langsung saja bilang kebapak atau pak Jhon
gak usah segan-segan” kata pak siswanto
kepada kami.
Iya
pak.,,iya , insyaallah . jawab ku…
Sesampainya
di masjid kompleks bandala asri, pak siswanto langsung menunjukkan kamar yang
akan kami tempati selama tinggal disana dan juga member tau kepada kami segala
sesuatunya yang kiranya harus kami ketahui. Setelah itu pak siswanto pun pamit
untuk pergi dan kami pun beristirahat sejenak sembari menunggu waktu sholat
djuhur tiba.
Aktifitas yang kami lakukan di kompleks itu
sehari- hari mengepel lantai masjid, Menyapu halaman di sekelilingnya dan
menyiram bunga-bunga yang ada di sekitar mesjid serta mengumandangkan azan apabila
telah tiba waktu sholat.
Ketika
aku sedang mengepel masjid bertepatan di beranda sebelah utara mesjid dengan
tidak sengaja aku pun melihan seorang perempuan yang memakai jilbab panjang serta mengenakan
cadar melihat aku yang sedang asyeek mengepel dan secara cepat dia pun langsung
menunduk untuk bersembunyi dari pandanganku. pada saat itu aku pun tidak begitu
menghiraukan akan hal itu, akan tetapi setelah beberapa menit kemudian aku
mencoba untuk melihan ke arah jendela itu lagi ternyata seorang gadis itu
memang benar-benar sedang memperhatikanku. Akhirnya aku pun merasa tidak nyaman
dan secara cepat aku langsung segera menyesaikan pengelapan lantai di sebelah
utara mesjid tersebut
Seiring
dengan waktu yang terus berlalu, tidak terasa setelah kurang lebih satu bulan
kami berada disana waktu bulan puasa ramadhan pun telah tiba, tugas kami
sebagai ta’mir mesjid pun tentunya semakin bertambah, selain merawat mesjid dan
mengumandangkan azan, khususnya pada bulan puasa aku dan Ramadan pun diminta
oleh pak Matondang sebagai ketua pengurus mesjid untuk memberitan tausiah
sebelum solat taraweh dan juga menjadi bilal. Ketika itu pula aku dan ramadhan
langsung termotifasi untuk menghafal
bacaan doa-doa sholat taraweh dan belajar ceramah yang dapat menggugah hati
para mad’u.
Setelah
beberapa hari menjalankan puasa di kompleks bandala asri ,sore itu ketika aku
dan ramadhan sedang bersih-bersih di
depan masjid ,tiba-tiba ada seorang anak bernama hasan yang berumur kurang
lebih sepuluh tahun. Dia adalah anak dari pimpinan pondok pesantren Hafizah
Ar-Rahman yang terletak masih didalam kompleks bandala asri dan hasan juga
telah hafal Al-Qur’an lima juzz . Hasan pun berkata “ bang ,punya nomor hand
fond” ??? “punya dek, emang knapa”.??..
tanya ku ,” aku minta nomor abang lah”?? Tanya hasan lagi .yasudah catat yaa…
perintahku. “ langsunga aja abang sebutkan berapa nomor handfondnya biar aku
catat di kepalaku saja” jawab hasan. Ooooh okelah kalau begitu, aku pun
menyebutkan nomor handfondku kepadanya.
Esoh
harinya, handfondku pun berdering, pertanda ada seseorang yang meneleponku,
namun setelah ku lihat ternyata nomor baru yang masuk kedalam hand fond ku,
belum sempat aku untuk mengangkatnya
hand fond ku telah mati kembali. Dan tidak lama kembali ada sms dari nomor yang
telah mencoba untuk menelfonku tadinya.”Maaf akhy, bukan maksud saya untuk
mengganggu aktifitasnya di mesjid itu”.Begitulah isi dari sms itu. Dengan rasa
penasaran aku pun langsung membalas sms itu “ ya gak papa kok, memangnya kamu
siapa dan ada perlu apa ???..
Dia
pun membalas “ namaku Nurul, aku Cuma hanya ingin menyampaikan kepada akhi
kalau temanku namanya Mutia kirim salam sama Akhy katanya dia ngefenz sama suara antum dan aku juga mau bilang
kalau akhi rajin juga ya orangnya tiap hari ngepel Mesjid HEHE” …
“Oooo
begitu, yasudah bilang sama teman kamu wa’alaikumsalam, dan kamu tau dari mana
kalau aku selalu ngepel tiap hari, kamu anak dukun yaa HEHEHE??candaku ” …ketika
membalas sms darinya.
“Aku
kan selalu lihat antum dari jendela rumahku ,ooh maaf lagi ya aku mau kepondok untuk menyampaikan salam antum kepada sahatku
mutia ”. balas nurul singkat sambil mengakhiri smsnya.
Setelah
itu aku berfikir dan langsung mengingat-ingat serta mencoba untuk mencari tau
siapa dan yang manakah nurul itu sebenarnya namun aku tak kunjung menemukan
jawabannya. Dan keesokan harinya, seperti biasa aku dan Ramadan pun kerja bakti
seperti biasanya, Ramadan membersihkan di sekitar halan masjid dan aku di dalam
menyapu dan mengelap lantai masjid ketika itu
handfondku pun berbunyi yang pertanda ada sms masuk, dan aku langsung
meraihnya, handfond yang terletak di saku celana sebelah kananku dan membaca
smsnya yang belum terteta namanya di daftar kontakku. “ assalamu’alaikum, akhi
kalau mau tau siapa dan yang mana aku sebenarnya coba menoleh kejendela rumah
sebelah utara mesjid, disitu ada aku” begitulah isi sms dari Nurul. Akupun
langsung menoleh kearah jendela itu ternyata benar, disana ada seseorang yang
mengenakan jilbab panjang warna hitam lengkap beserta cadarnya.Dan setelah
tidak lama kemudian setelah aku melihanya, gadis itu pun lansung pergi menghilang
dari pandanganku.
Subhanallah
, sejenak aku berfikir ternyata orang yang selama ini mencuri-curi pandang
untuk melihat dan memperhatikan aku ketika bersih-bersih mesjid adalah nurul,
sosok wanita yang sholehah dan seorang hafizah yang mengenakan jilbab lengkap
dengan cadarnya.
Dan
sungguh tak kusangka dan tak ku duga, ternyata Mutia, sahabat akrab nurul yang
pernah titip salam untukku melalui nurul, menyimpan rasa yang lebih dari pada
teman biasa. Itu semua aku tau setelah nurul kembali lagi kepondok dan mutia
kepengen mendengar suaraku yang tidak seberapa ini dan saat itu pula dia
mengungkapkan semua perasaannya kepadaku bahwasanya dia suka kepadaku .ketika
itu azan sholat ashar pun telah tiba sehingga akupun tidak sempat untuk
menanggapi pernyataan mutia dan
teleponpun langsung ku akhiri.
Usai
sholat ashar nurul pun meneleponku, dan
berkata “ sebenarnya akhi, aku juga mempunya perasaan yang sama seperti
sahabatku mutia, tapi karena dia telah duluan mengungkapkannya kepada antum,
yaaa apa boleh buat mungkin dia lebih beruntung dari pada aku”. Tuturnya .
Mendengar
pernyataan dua orang wanita hafizah itu aku pun tidak tau harus berbuat apa,
karena kedua orang tuaku pernah berpesan kalau aku tidak diperbolehkan untuk
terlalu dekat dengan perempuan apalagi sampai pacaran.
Mulai
sejak itu nurul semakin sering menelponku, dan tidak jarang ketika nurul
telfonan denganku mutia sahabatnya ada juga bersamanya sehingga mutia banyak
tau tentang perbincanganku dengan Nurul melalui telpon.
Sore itu, bertepatan pada Bulan Puasa Ramadan yang ke tujuh belas , kembali lagi nomor baru
masuk ke handfondku, ternyata dia adalah Mutia. “ akhi, sepertinya aku tidak
bisa lagi menahan rasa cemburuku apabila
aku mendengar akhi telfonan
dengan nurul, dari itu aku minta akhi
memilih salah satu diantara kami berdua, kalau akhi pilih aku maka jangan
pernah hubungi nurul lagi. Dan jika akhi memilih nurul maka jangan pernah
hubungi aku juga dan anggap saja kita
tdak pernah kenal” tegas mutia. Dan telfonpun langsung dimatikan tanpa menunggu
jawaban dariku. Dan tidak lama kemudian
Nurul juga telfon dan mengatakan hal yang sama, sepertinya mereka telah
bersepakat berdua untuk meminta kejelasan dariku.
Diriku
yang tidak mempunyai sedikit pun pengalaman tentang “Cinta” pada saat itu
bingung harus berbuat apa agar tidak ada
yang merasa sakit hati dan hubungan persahabatan ini tetap terjalin
dengan baik.
Maka
keesokan harinya akupun menyatakan kepada keduanya bahwa aku tidak memilih
siapapun di antara mereka berdua, karena jika aku memilih Mutia maka tentunya Nurul
pasti akan terluka hatinya dan tidak
menutup kemungkinan begitu juga sebaliknya.
Ternyata kedua hafizah pesantren Ar-Rahman itu akhirnya
dapat menerima keputuskanku dengan lapang dada, sehingga hubungan persahabatan
kami masih terjaga dengan baik.()
Bersambung
!!!
Langgan:
Catatan (Atom)